CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 27 April 2009

Keadaan Caleg Indonesia


Caleg Gagal Gila
Ironi pemberitaan media massa jelang Pemilu 9 April 2009 (besok) memang mengerikan. Di antara riuh rendahnya berita kampanye, menyeruak berita tentang antisipasi beberapa rumah sakit menyiapkan ruang perawatan guna menampung orang gila baru.Dan yang diprediksikan bakal menghuni ruang perawatan ini adalah mereka yang gagal dalam Pemilu legislatif. Kita tidak tahu latar belakang antisipasinya, kok, sampai segitunya. Padahal yang rela berkorban mendaftar jadi calon anggota legislator kan sudah lulus medical check up, ya? artinya kurang lebih mereka sehat jiwa dan raga, bahkan bisa jadi lebih dari sekedar orang biasa.
Masak sih, orang-orang (calon) pilihan tiba-tiba diidentikkan dengan calon orang gila juga.
Mungkin belajar dari kisah sukses gilanya seorang calon kepala daerah yang gagal Pilkada? atau berangkat dari pemahaman bahwa selama menjadi caleg seseorang telah begitu banyak berkorban harta benda, fikiran, waktu, dan segalanya sambil memupuk harapan kelak terpilih.
Lantas setelah hasil penghitungan suara ternyata perolehan suaranya tidak cukup mengantarkannya ke kursi legislatif? terus stress berat karena pengorbanannya sia-sia belaka, atau merasa dihianati pemilih yang telah dirayunya habis-habisan? tak tahulah. Yang jelas, diam-diam telah berkembang asumsi bahwa menjadi anggota legislator (Aleg) berarti terbayarnya semua pengorbanan tadi. Mungkin ditambah keuntungan-keuntungan yang lain. Hitung-hitungannya adalah keluar 1 masuk 1 ditambah 1 ditambah 1 ditmbah satu lagi, dan seterusnya. Yang berarti kegagalan akan dimaknai sebagai tertumpuknya hutang ditambah hutang ditambah hutang dan seterusnya, yang harus dikembalikan. Dari mana lagi?
Nah, dari rangkaian kegagalan inilah yang mungkin akan membuka jalan menuju depresi yang akut. Hutang banyak, modal habis, tenaga terkuras, dan kembali menjadi bukan siapa-siapa di tengah masyarakat. Oke, kalau begitu tepat kiranya disiapkan banyak kamar perawatan. Lha jumlah calegnya aja ribuan kok...
Ah, sudahlah. Semoga tidak benar terjadi peristiwa tersebut. Bukankan para caleg itu sudah siap menang dan siap kalah? jadi kalau kemenangan yang diraih hendaknya tidak semata dipandang sebagai hal yang patut disyukuri, tetapi juga di maknai sebagai beban amanat. Kalau 'kegagalan' yang diterima hendaknya tetap dijaga sebagai pelajaran untuk selalu menempatkan proses sebelum hasil. Jangan sampai menjadi tamu-tamu RSJ. Karena bisa jadi anda akan gial dua kali. Pertama, gila karena gagal jadi anggota dewan. Kedua, gila karena mikirin biaya rumah sakit. Selamat Memilih...

0 komentar: