CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 20 April 2009

New Walikota Tarakan


Nama                                  : H Udin Hianggio BSc
Jabatan                               : Ketua DPRD Kota Tarakan, Ketua DPD Golkar Kota Tarakan
Tempat/Tanggal Lahir    : Gorontalo, 28 Desember 1946
Agama                                : Islam
Istri                                     : Hj. Zuleha Ma'ruf
Anak                                    : Sofyan, SE; Suryani, SE; Rahmawaty S.Kom


RIWAYAT PEKERJAAN/JABATAN
1. Maret 1972          : Pegawai honorer PT PELNI Ujung Pandang 
2. November 1974  : Diangkat menjadi pegawai tetap PT PELNI Ujung Pandang
3. 8 Maret 1975       : Refresentative Sarikaya
4. 1 Mei 1980           : Kepala Urusan EMKL Cabang Ujung Pandang
5. 1 Mei 1982           : Kepala Urusan Claim Ujung Pandang
6. 1 Agustus 1983    : Kepala Urusan Perjalanan Kapal Cabang Ujung Pandang
7. 1 Mei 1984            : Kepala Urusan Pelayanan Kapal Cabang Ujung Pandang
8. 1 Desember 1984 : Kepala Urusan Pasasi PT PELNI Ujung Pandang
9. 15 Agustus 1985  : Kepala Bagian Operasi/Terminal PELNI Balikpapan
10. 1 Maret 1992      : Kepala Cabang PT PELNI/PT SBN Tarakan
11. 1999-2004          : Ketua DPRD
12. 2004-Sekarang  : Ketua DPRD


PENGALAMAN ORGANISASI
1. HMI 
2. Pengurus ADEKSI                                              : 1999-2004
3. Ketua Pengcab Persetasi Kota Tarakan          : 2001-2005
4. Dewan Penasehat ADEKSI                                : 2004-2009
5. Ketua Pengcab Persetasi Kota Tarakan          : 2005-2009
6. Ketua Pengcab PBVSI Kota Tarakan                : 2005-2009
7. Ketua Umum Percasi Kalimantan Timur         : 2004-2008
8. Ketua Partai GOLKAR                                        : 1999-2004
9. Ketua Partai GOLKAR                                        : 1999-2009

TANDA KEHORMATAN
Piagam kesetiaan seperempat abad sebagai karyawan PT PELNI

Saatnya Kesederhanaan Memimpin
Bagi Dewan Pimpinan Partai Golkar, H Udin Hianggio sudah harga mati. Kendati harus melalui proses konvensi 12 Juli lalu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan itu terpilih secara aklamasi. Kini H Udin Hianggio akan mewakili Golkar mengabdi kepada masyarakat Kota Tarakan.

Setali tiga uang, keputusan DPP Partai Golkar ini senada dengan harapan mayoritas warga Kota Tarakan, yang mengharapkannya maju dalam Pilwali 23 Oktober mendatang. Harapan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, sosok H Udin Hianggio dikenal sangat merakyat. Ia tidak pernah membatasi pergaulan. Mulai dari kalangan elite hingga masyarakat bawah dekat dengannya.

H Udin Hianggio juga figur yang sederhana. Ia tidak pernah terlihat menggunakan mobil mewah, atau memiliki rumah mentereng. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan fenomena para pejabat yang belomba-lomba menumpuk harta saat memegang tahta.

Inilah yang membuat masyarakat Kota Tarakan berharap, H Udin Hianggio memegang amanah untuk menjadi walikota.

Sebagai sosok yang tidak ambisius, H Udin Hianggio tak mampu membendung harapan itu. Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi orang nomor satu di kota ini. Jabatan sebagai wakil rakyat di gedung DPRD selama dua periode dirasakannya sudah cukup sebagai wujud pengabdian. Tapi, sekali lagi, H Udin Hianggio dianggap layak untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Walikota Tarakan H dr Jusuf SK.

Pengalaman menjadi Ketua DPRD Kota Tarakan dua periode banyak memberikan pelajaran berharga baginya. Paling tidak, selama rentang waktu itu, Ia mampu bekerjasama dengan walikota beserta jajarannya. Ini membuktikan, H Udin Hianggio sangat memahami konsep pembangunan dan dunia birokrasi. Dimana hal itu merupakan syarat dasar mejadi seorang walikota.

Dr Jusuf SK telah meletakkan pondasi dasar pembangunan Kota Tarakan. Kini saatnya tongkat estafet diserahkan kepada sosok yang amanah. Seorang pemimpin masa depan yang dicintai rakyat untuk melanjutkan pembangunan.

Hidup Sederhana Sejak Kecil
Pengalaman hidup membentuk karakter dasar H Udin Hianggio. Kesederhanaan, merakyat dan amanah diperolehnya dari pahit getir menjalani hidup. Terlahir dari anak seorang petani di Gorontalo, Udin kecil terbiasa hidup sederhana. Namun, kesederhanaan itu tak membuatnya menyerah. Terutama dalam hal melanjutkan pendidikan. Padahal, karena keterbatasan ekonomi, Udin disarankan orang tuanya untuk tidak melanjutkan pendidikan. Tapi, Ia menolak dan berjanji akan meringankan beban orang tua dengan sekolah sambil bekerja. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Dengan susah payah, Ia berhasil menamatkan pendidikan formal mulai Sekolah Rakyat, SMEP dan SMEA di Gorontalo.

Tamat SMEA, Udin melanjutkan pendidikan di Akademi Maritim Indonesia (AMI) Makassar hingga selesai. Berbekal Ijasah AMI, Udin berlabuh di PT PELNI. Ia meniti karier di perusahaan BUMN ini benar-benar dari bawah. Dimulai di Ujung Pandang dan Balikpapan.

Kariernya yang meningkat terus membuktikan Udin Hianggio seorang pekerja keras dan tekun. Hingga akhirnya Ia dipercaya menjabat Kepala Cabang PT PELNI Tarakan. Tugas baru ini dijalaninya dengan baik. Namun, Udin tak hanya memikirkan pekerjaan. Ia tetap menjalani kehidupan sosial. Jabatannya sebagai Kepala PT PELNI tidak membatasi pergaulannya. Hampir seluruh lapisan masyarakat menjadi kawan akrabnya.

Ketokohan Udin Hianggio mulai teruji saat dipercaya memegang jabatan DPD I Partai Golkar pasca reformasi. Ia dianggap tokoh yang layak untuk membangun citra partai yang remuk redam dihantam badai reformasi.

Kerja keras bersama seluruh fungsionaris partai berbuah hasil. Kendati Golkar diuji diberbagai daerah dalam pemilu, tidak di Tarakan. Golkar berhasil merebut kursi mayoritas yang mengantarkannya menjadi Ketua DPRD.

Perubahan karier yang begitu dramatis memang menempa sosok Udin Hianggio. Pilihannya untuk melepas jabatan Kepala Cabang PT PELNI untuk menjadi wakil rakyat membuktikan keikhlasannya. Ia tidak ingin memikirkan kariernya sendiri dengan tetap menjadi pegawai. Bagi Udin Hianggio, bekerja untuk kesejahteraan masyarakat sebuah pengabdian yang sangat mulia. Kini Udin Hianggio kembali diuji. Masyarakat menginginkan seorang pemimpin sederhana serta amanah dan itu ada pada dirinya.

0 komentar: